Viral Link Internet Rakyat Gratis 25 GB, Ini Fakta Sebenarnya

Jasasosialmedia.com – Beredar di media sosial sebuah postingan yang mengklaim adanya link pendaftaran program Internet Rakyat gratis hingga 25 GB. Informasi tersebut tersebar melalui salah satu akun Facebook dengan narasi yang menarik perhatian warganet, terutama karena menjanjikan akses internet gratis dalam jumlah besar.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan keterangan sebagai berikut:

“Tetap Online Tanpa Beban Biaya
Melalui program Internet Rakyat Gratis, masyarakat bisa menikmati internet gratis hingga 25 GB. Fokus pada pemerataan akses digital agar semua bisa terhubung dan produktif.” Postingan itu juga menyertakan sebuah poster digital bertuliskan:

“INTERNET RAKYAT KECEPATAN 100 MBPS RESMI RILIS!
DAFTAR SEKARANG DAN AMANKAN KUOTA INTERNET GRATIS 3 BULAN”

Unggahan tersebut terlengkapi dengan menu pendaftaran. Saat klik, pengguna diarahkan ke sebuah tautan dengan alamat domain internet.rakyat-gratis.my.id. Tautan ini membawa pengunjung ke sebuah halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Penelusuran Fakta

Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, Cek Fakta melakukan penelusuran lebih lanjut. Hasil penelusuran mengarah “Cara Daftar Internet Rakyat, Akses Internet 5G Unlimited Rp 100 Ribu per Bulan” yang tayang pada 25 November 2025.

Dalam artikel tersebut jelaskan bahwa program Internet Rakyat memang ada, namun tidak menawarkan kuota gratis hingga 25 GB seperti yang terklaim dalam unggahan viral di media sosial. Program Internet Rakyat merupakan layanan internet berbayar dengan skema tertentu, bukan program pembagian kuota gratis.

Selain itu, situs resmi Internet Rakyat tidak menggunakan domain tambahan seperti yang tercantum dalam link viral. Domain resmi yang gunakan hanya internetrakyat.id, sehingga tautan yang beredar patut anda curigai.

Cara Resmi Mendaftar Internet Rakyat

Berdasarkan informasi berikut langkah resmi pendaftaran Internet Rakyat:

Pertama, calon pengguna harus mengunjungi situs resmi Internet Rakyat melalui internetrakyat.id atau internetrakyat.id/register. Pada halaman tersebut akan tersedia formulir pendaftaran yang wajib diisi.

Kedua, calon pengguna minta mengisi data diri, seperti nama lengkap dan alamat email aktif.

Ketiga, pengguna harus memasukkan nomor telepon aktif dan melakukan verifikasi melalui kode OTP yang kirimkan via WhatsApp. Kode OTP tersebut kemudian masukkan kembali ke kolom yang tersedia.

Keempat, calon pengguna perlu mengisi alamat tempat tinggal secara lengkap, mulai dari provinsi, kota atau kabupaten, kecamatan, kelurahan, kode pos, hingga titik lokasi yang tentukan melalui peta digital.

Terakhir, setelah menyetujui syarat dan ketentuan, pengguna dapat mengirimkan data pendaftaran dan menunggu konfirmasi melalui email atau nomor telepon yang telah daftarkan.

Kesimpulan

Klaim mengenai link pendaftaran Internet Rakyat gratis hingga 25 GB yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan informasi resmi. Tautan yang meminta data pribadi dan menggunakan domain tidak resmi berpotensi menyesatkan masyarakat.

Masyarakat imbau untuk selalu memeriksa sumber informasi, hanya mengakses situs resmi, serta berhati-hati terhadap tawaran internet gratis yang beredar di media sosial.

Google Tunda Gemini AI Jadi Asisten Android Server Utama

Jasasosialmedia.com – Google memastikan bahwa proses penggantian Google Assistant dengan Gemini di perangkat Android belum akan selesai dalam waktu dekat. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan bahwa transisi penuh baru akan berlanjut hingga 2026, mundur dari rencana awal yang menargetkan akhir 2025. Keputusan ini menunjukkan bahwa Google mengambil pendekatan lebih hati-hati dalam melakukan perubahan besar pada layanan inti Android.

Dalam pernyataan resminya, Google menyebut penyesuaian jadwal ini lakukan demi memastikan pengalaman pengguna tetap berjalan mulus. Perusahaan ingin menghindari gangguan besar bagi jutaan pengguna Android yang selama bertahun-tahun mengandalkan Google Assistant sebagai asisten digital utama. Dengan kata lain, Google memilih stabilitas dan kenyamanan pengguna dari pada memaksakan transisi cepat.

Gemini Dipersiapkan Bertahap Sebagai Asisten Generasi Baru

Gemini posisikan sebagai asisten digital generasi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang secara bertahap akan menggantikan peran Google Assistant. Meski peralihan penuh di Android masih memerlukan waktu, Google sebenarnya sudah lebih dulu membawa Gemini ke berbagai platform lain. Beberapa di antaranya adalah Wear OS, Android Auto, serta perangkat rumah pintar seperti Nest dan Google Home.

Sepanjang tahun ini, Google juga mulai memperluas kemampuan Gemini agar semakin menyerupai fungsi asisten digital konvensional. Gemini kini dapat melakukan tugas-tugas dasar seperti melakukan panggilan telepon, mengatur timer, hingga mengirim pesan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Google untuk membiasakan pengguna dengan Gemini sebelum benar-benar menjadikannya pengganti Google Assistant.

Menariknya, fitur tersebut tetap dapat gunakan meskipun opsi Gemini Apps Activity matikan. Artinya, pengguna masih bisa memanfaatkan fungsi asisten tanpa harus menyetujui interaksi mereka gunakan untuk pelatihan AI. Kebijakan ini ternilai sebagai respons Google terhadap kekhawatiran publik terkait privasi dan penggunaan data pribadi.

Google Assistant Belum Akan Hilang Dalam Waktu Dekat

Setelah proses migrasi selesai nantinya, Google Assistant tidak lagi dapat terakses pada perangkat Android yang memenuhi syarat minimum untuk menjalankan Gemini. Selain itu, aplikasi Google Assistant juga tidak akan tersedia untuk unduh secara terpisah. Meski demikian, hingga saat ini Google Assistant masih tetap menjadi asisten bawaan di banyak perangkat Android.

Google belum memberikan penjelasan rinci mengenai kapan Google Assistant akan benar-benar “dipensiunkan” sepenuhnya. Dengan target baru hingga 2026, pengguna masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk beradaptasi dengan Gemini sebagai asisten digital utama di ekosistem Android.

Penundaan ini menegaskan bahwa menggantikan asisten suara yang sudah mapan dengan teknologi AI generatif bukanlah perkara mudah. Google tampaknya memilih bermain aman, memastikan Gemini benar-benar siap dari sisi teknologi, privasi, dan pengalaman pengguna sebelum sepenuhnya mengambil alih peran Google Assistant. Pendekatan bertahap ini harapkan mampu menjaga kepercayaan pengguna sekaligus membuka jalan bagi evolusi asisten digital yang lebih cerdas di masa depan.

Viral, KPK Catat 11 Operasi Tangkap Tangan Sepanjang 2025

Jasasosialmedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah mempublikasikan capaian penindakan sepanjang tahun 2025. Dalam unggahan yang viral di media sosial, KPK menyebut telah melakukan 11 operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai wilayah Indonesia.

Publikasi tersebut menuai perhatian luas karenaianggap sebagai gambaran kinerja lembaga antirasuah di tengah sorotan terhadap efektivitas pemberantasan korupsi. Publikasi daftar OTT ini tersebut sebagai bentuk keterbukaan KPK kepada masyarakat. Dengan membeberkan capaian penindakan, KPK berharap masyarakat dapat melihat bahwa upaya pemberantasan korupsi masih terus berjalan.

Penindakan Korupsi Di Berbagai Sektor

Sebelas OTT yang lakukan KPK sepanjang 2025 menyasar berbagai sektor strategis. Penindakan tidak hanya menyentuh pejabat pemerintahan daerah, tetapi juga melibatkan penyelenggara negara, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta yang tak terduga terlibat praktik suap dan gratifikasi. Modus korupsi yang terungkap pun beragam, mulai dari suap perizinan, pengadaan barang dan jasa, hingga proyek pembangunan infrastruktur.

KPK menegaskan bahwa setiap OTT lakukan berdasarkan proses penyelidikan dan pengumpulan bukti yang matang. Operasi tersebut setelah lembaga antirasuah memperoleh informasi kuat mengenai adanya transaksi mencurigakan. Dari hasil OTT, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai yang bervariasi, dokumen penting, serta alat komunikasi yang terduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Pro Dan Kontra Di Tengah Publikasi OTT

Langkah KPK memamerkan capaian OTT menuai beragam reaksi. Sebagian masyarakat memberikan apresiasi dan menilai KPK tetap konsisten melakukan penindakan meski menghadapi berbagai tantangan. OTT ternilai sebagai langkah efektif untuk membongkar praktik korupsi yang sulit terdeteksi secara konvensional. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritisi langkah tersebut. Beberapa pihak menilai publikasi OTT berpotensi menimbulkan kesan pencitraan jika tidak terimbangi dengan penyelesaian perkara hingga vonis pengadilan.

Publik menuntut agar setiap kasus yang ungkap melalui OTT benar tangani secara transparan dan berujung pada hukuman yang setimpal bagi para pelaku. Pengamat hukum juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari jumlah OTT, tetapi juga dari kualitas penanganan perkara serta upaya pencegahan yang lakukan secara berkelanjutan.

Upaya KPK Menjaga Kepercayaan Publik

Menanggapi sorotan publik, KPK menegaskan bahwa OTT bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk membongkar praktik korupsi secara lebih luas. KPK berkomitmen menuntaskan setiap perkara hingga tahap persidangan dan eksekusi putusan pengadilan. Selain itu, lembaga antirasuah juga terus memperkuat fungsi pencegahan melalui edukasi, perbaikan sistem, dan pendampingan tata kelola pemerintahan. KPK mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam pemberantasan korupsi dengan melaporkan dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Partisipasi publik dinilai menjadi elemen penting dalam mengungkap praktik korupsi yang merugikan negara. Dengan capaian 11 OTT sepanjang 2025, KPK berharap dapat mempertahankan kepercayaan publik dan memperkuat pesan bahwa korupsi adalah kejahatan serius yang akan tindak tegas. Konsistensi penegakan hukum harapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Insiden Viral Di Roti O, Pegawai Tolak Pembayaran Tunai Lansia

Jasasosialmedia.com – Sebuah insiden yang melibatkan toko roti Roti O menjadi viral di media sosial Indonesia. Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang lansia yang datang ke toko untuk membeli roti dan membayar dengan uang tunai. Namun, pegawai toko tersebut menolak pembayaran tunai yang lakukan oleh lansia tersebut. Insiden ini langsung mendapat perhatian publik, dengan banyak netizen yang merasa kecewa dan mengkritik sikap pegawai toko.

Video yang merekam kejadian tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak orang yang menyayangkan tindakan pegawai yang tidak memberikan pelayanan yang layak kepada pelanggan, terutama lansia. Beberapa netizen juga menyatakan bahwa hal tersebut mencerminkan kurangnya empati terhadap kelompok rentan, seperti lansia, yang seharusnya mendapatkan perlakuan lebih baik.

Sebagai respons terhadap insiden tersebut, pihak manajemen Roti O segera mengeluarkan klarifikasi dan meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Serta kepada seluruh masyarakat yang merasa kecewa dengan kejadian tersebut.

Roti O Tanggapi Isu Penolakan Dan Minta Maaf Kepada Pelanggan

Roti O, melalui akun media sosial resmi mereka, mengungkapkan permintaan maaf yang tulus atas kejadian tersebut. Dalam pernyataan resmi yang keluarkan, pihak manajemen menegaskan bahwa tindakan pegawai yang menolak pembayaran tunai dari lansia tersebut tidak mencerminkan kebijakan perusahaan. Mereka juga mengungkapkan bahwa mereka sangat menghargai setiap pelanggan, tanpa memandang usia, status sosial, atau cara pembayaran.

“Roti O sangat menyesali kejadian yang terjadi dan ingin mengklarifikasi bahwa perusahaan kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bagi setiap pelanggan, termasuk lansia. Tindakan pegawai yang menolak pembayaran tunai adalah kesalahan dan kami telah mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar manajemen Roti O.

Selain itu, Roti O juga mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan evaluasi internal dan akan memberikan pelatihan ulang kepada seluruh karyawan mereka mengenai pelayanan yang lebih baik dan sopan kepada semua pelanggan. Ini termasuk pelatihan tentang bagaimana melayani pelanggan lansia dan kelompok rentan lainnya dengan penuh perhatian.

Insiden Pegawai Roti O Tolak Pembayaran Tunai Lansia

Pihak Roti O mengaku bahwa mereka sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari pelanggan. Mereka mengucapkan terima kasih kepada netizen yang telah menyuarakan ketidakpuasan mereka, karena hal tersebut membantu perusahaan untuk melakukan perbaikan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.

Roti O juga menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pelanggan yang tetap setia meskipun insiden ini terjadi. Mereka menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memperhatikan kebutuhan serta hak pelanggan.

Meskipun insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran, pihak Roti O berkomitmen untuk memperbaiki situasi dan memastikan bahwa pelanggan selalu merasa terhargai saat berbelanja di toko mereka. Selain itu, mereka juga akan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan agar dapat memberikan layanan terbaik kepada semua pelanggan.

Dengan cepatnya tanggapan dari Roti O dan langkah yang ambil, terharapkan kepercayaan pelanggan akan segera pulih. Perusahaan berharap agar kejadian ini tidak akan mempengaruhi reputasi mereka dalam jangka panjang. Mereka akan terus berusaha untuk menjaga kualitas layanan yang profesional dan ramah kepada seluruh pelanggan, termasuk lansia.

Fuji Anak Dugem Jadi Tagline Netizen, Ini Klarifikasi Lengkapnya

Jasasosialmedia.com – Fuji kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka membahas berbagai komentar netizen yang kerap ia baca di media sosial. Selebritas muda yang aktif di dunia hiburan dan digital ini mengaku cukup rajin membaca komentar, baik yang bernada positif maupun negatif. Dari sekian banyak label yang sematkan kepadanya, sebutan “anak dugem” atau “anak party” menjadi salah satu yang paling sering ia temui dan terus melekat hingga kini.

Fuji mengungkapkan bahwa label tersebut sudah ia terima sejak tahun lalu. Meski awalnya ia merasa heran, kelamaan ia memilih untuk menanggapinya dengan kepala dingin. Menurutnya, tidak semua komentar netizen mencerminkan realitas kehidupan pribadinya. Ia pun merasa perlu meluruskan anggapan yang berkembang agar tidak terjadi kesalahpahaman berkepanjangan.

Klarifikasi Fuji Dugem Bukan Gaya Hidup

Dalam perbincangannya dari kanal YouTube Raditya Dika, Fuji dengan jujur mengakui bahwa memang pernah datang ke tempat hiburan malam. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa langsung simpulkan sebagai hobi atau gaya hidup dugem. Baginya, datang ke tempat tersebut hanyalah salah satu cara untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas kerja yang padat.

“Orang pada bilang party mulu, party mulu. Aku nggak membenarkan itu ya, cuma aku penat, aku butuh refreshing,” ujar Fuji. Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara masing untuk menghilangkan stres, dan dalam batas tertentu, hal itu menurutnya masih wajar. Fuji juga menekankan bahwa ia tidak selalu menghabiskan waktu di luar rumah. Jika tidak ada keperluan pekerjaan atau ajakan tertentu, ia justru lebih memilih beristirahat di rumah. “Kalau aku bisa di rumah, ya aku di rumah saja,” ungkapnya.

Anak Rumahan yang Terjebak Stigma

Berbeda dengan label yang lekatkan netizen, Fuji menyebut sebagai tipe anak rumahan. Ia mengaku sering menghabiskan waktu di rumah, baik sendirian maupun bersama teman terdekat. Bahkan, aktivitas berkumpul yang ia lakukan lebih sering berlangsung di rumahnya sendiri atau di rumah sahabat. “Aku sering main di rumah kok, atau teman ke rumahku, aku ke rumah Mba Vio, Kak Er, Kak Ayu,” jelas Fuji. Menurutnya, suasana rumah justru membuatnya lebih nyaman dan aman untuk bersantai.

Terkait kemunculannya dari tempat hiburan malam, Fuji menyebut faktor pertemanan dan jadwal kerja sebagai alasan utama. Lingkungan pekerjaannya yang sering berlangsung hingga malam hari membuat waktu berkumpul dengan teman pun menyesuaikan. “Kebetulan mereka dari situ. Kebetulan juga lingkupnya sama, kerja sampai malam,” tuturnya. Meski cap anak dugem masih sering ia terima, Fuji memilih untuk tidak terlalu ambil pusing. Ia menyadari bahwa sebagai figur publik, tidak bisa lepas dari penilaian orang lain. “Aku sebenarnya di rumah sih. Terserah deh temannya siapa saja, yang penting ada teman di rumah,” pungkas Fuji, menutup klarifikasinya dengan santai.

Viral TikTok Dengan Perjanjian AS, Tanda Tangan Biar Tak Dilarang

Jasasosialmedia.com – Sebuah video viral di TikTok mendadak menyita perhatian warganet. Video tersebut menampilkan narasi tentang sebuah “deal tanda tangan perjanjian” yang sebut lakukan agar suatu pihak tidak larang masuk atau beraktivitas di Amerika Serikat (AS). Meski tidak jelaskan secara rinci siapa tokoh utama dalam video itu, narasinya langsung memicu perdebatan luas di media sosial.

Dalam video berdurasi singkat itu, sang kreator menyebut adanya kesepakatan tertentu yang harus tandatangani sebagai syarat agar tidak terkena larangan dari AS. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar, tonton ratusan ribu kali, dan memunculkan berbagai spekulasi dari warganet.

Asal Mula Video Viral Di TikTok

Video tersebut awalnya diunggah oleh akun TikTok yang terkenal sering membahas isu internasional dan geopolitik dengan gaya singkat dan provokatif. Dalam narasinya, kreator menyebut bahwa “perjanjian” ini menjadi semacam jalan tengah agar suatu pihak tetap bisa menjalin hubungan dengan AS tanpa terkena sanksi atau pembatasan. Banyak pengguna TikTok kemudian menafsirkan video ini dengan berbagai sudut pandang.

Ada yang mengaitkannya dengan isu perdagangan, kerja sama politik, hingga hubungan diplomatik. Tak sedikit pula yang menganggap video tersebut hanya bentuk penyederhanaan isu kompleks agar mudah pahami publik. Kolom komentar pun ramai. Sebagian warganet menganggap narasi video itu masuk akal, sementara lainnya menilai informasi tersebut terlalu dangkal dan berpotensi menyesatkan jika tidak jelaskan secara utuh.

Reaksi Warganet dan Ramainya Perdebatan

Viralnya video ini memicu diskusi panjang di TikTok, X (Twitter), hingga Instagram. Banyak warganet meminta klarifikasi lebih lanjut perjanjian apa yang maksud, siapa yang terlibat, dan dalam konteks apa larangan AS bisa terjadi. Sebagian pengguna internet mengingatkan bahwa kebijakan AS, terutama soal larangan atau sanksi, biasanya melibatkan proses hukum dan politik yang panjang. Tidak sesederhana hanya dengan satu tanda tangan perjanjian.

Namun, ada juga yang menilai video tersebut sekadar ilustrasi singkat untuk menjelaskan realitas politik global yang rumit. Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten singkat di TikTok bisa membentuk opini publik dengan sangat cepat, meski informasinya belum tentu lengkap.

Pentingnya Menyaring Informasi Viral

Kasus viral ini kembali mengingatkan pentingnya literasi digital di era media sosial. Video pendek memang mudah pahami dan menarik, tetapi sering kali tidak memuat konteks yang utuh. Tanpa penjelasan mendalam, informasi bisa disalahartikan. Para pengamat media menilai, konten viral seperti ini sebaiknya jadikan pemicu rasa ingin tahu, bukan sumber informasi tunggal. Warganet imbau untuk mencari referensi tambahan dari media kredibel sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

Di sisi lain, viralnya video tersebut juga menunjukkan besarnya minat publik terhadap isu internasional, khususnya yang melibatkan AS. Dengan pendekatan yang tepat dan informasi yang akurat, media sosial sebenarnya bisa menjadi sarana edukasi yang efektif. Hingga kini, video TikTok tentang “deal tanda tangan perjanjian biar nggak larang AS” masih terus bahas. Terlepas dari benar atau tidaknya narasi yang sampaikan, satu hal yang pasti kekuatan konten viral mampu mengangkat isu global menjadi perbincangan luas dalam waktu singkat.

Kasus Medis Viral, Operasi Lutut Ungkap Ratusan Benang Emas

Jasasosialmedia.com – Sebuah kejadian medis yang tidak lazim mendadak viral di media sosial. Seorang dokter menemukan ratusan benang emas murni tertanam pada lutut seorang wanita saat menjalani tindakan medis. Temuan mengejutkan ini terjadi ketika pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri lutut kronis yang telah ada selama bertahun-tahun. Rasa sakit tersebut semakin parah dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga pasien memutuskan untuk mencari penanganan medis lebih lanjut.

Saat dokter melakukan pemeriksaan mendalam dan tindakan lanjutan, tim medis dibuat terkejut dengan keberadaan benang-benang tipis berwarna keemasan di sekitar jaringan sendi lutut. Jumlahnya tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan helai yang tersebar di beberapa bagian. Setelah teliti, benang tersebut merupakan benang emas murni yang sengaja masukkan ke dalam tubuh pasien pada masa lalu sebagai bagian dari terapi tertentu.

Pengobatan Alternatif Dari Balik Benang Emas

Berdasarkan keterangan dokter, pasien mengaku pernah menjalani pengobatan alternatif bertahun-tahun sebelumnya untuk mengatasi nyeri sendi yang ia alami. Dalam praktik tersebut, benang emas terpercaya mampu membantu meredakan rasa sakit, melancarkan aliran energi tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Metode ini terkenal di beberapa negara dan sering kaitkan dengan terapi tradisional, meski tidak termasuk prosedur medis yang akui secara luas.

Namun, dari sudut pandang medis modern, penggunaan benang emas di dalam tubuh belum memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kehadiran benda asing dalam jangka panjang justru berpotensi memicu peradangan, iritasi jaringan, hingga infeksi. Dokter menduga benang emas tersebut kemungkinan menjadi salah satu faktor penyebab nyeri berkepanjangan yang dialami pasien selama ini.

Viral Pada Media Sosial Dan Imbauan Dokter

Kisah penemuan benang emas di lutut pasien ini kemudian bagikan di media sosial dan langsung menyedot perhatian publik. Banyak warganet mengaku terkejut dan baru mengetahui adanya praktik pengobatan alternatif semacam itu. Tak sedikit pula yang mempertanyakan keamanan metode pengobatan yang tidak melalui standar medis resmi.

Pihak rumah sakit menyatakan kondisi pasien kini stabil dan tengah menjalani perawatan lanjutan. Dokter mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan, terutama yang melibatkan tindakan invasif atau memasukkan benda asing ke dalam tubuh. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat sarankan sebelum mencoba terapi apa pun. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua metode pengobatan tradisional aman jika tidak terdukung bukti medis yang jelas. Edukasi dan kewaspadaan masyarakat harapkan dapat mencegah risiko kesehatan yang tidak anda inginkan di masa depan.

Nama Ridwan Kamil Kembali Muncul Dari Kasus Bank BJB

Jasasosialmedia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kasus korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Fokus penyelidikan mengarah pada dugaan aliran dana nonbudgeter senilai sekitar Rp 200 miliar yang sebut mengalir ke sejumlah pihak termasuk RK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dana nonbudgeter tersebut bersumber dari anggaran belanja iklan Bank BJB. Namun dalam praktiknya sebagian anggaran yang seharusnya gunakan untuk keperluan iklan justru teralihkan. Sekitar 50 persen dari total anggaran iklan atau kurang lebih Rp 200 miliar terduga masuk ke dana nonbudgeter yang terkelola oleh Koordinator Sekretariat Bank BJB.

KPK Dalami Kasus Korupsi Iklan Bank BJB

Dana nonbudgeter ini kemudian tersinyalir mengalir ke berbagai pihak. Salah satu pihak yang tengah tertelusuri dan terduga menerima aliran dana tersebut adalah Ridwan Kamil. KPK menegaskan bahwa proses pendalaman masih berlangsung dan pihaknya terus mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan guna memperjelas aliran dana tersebut. Ridwan Kamil sendiri telah memenuhi panggilan KPK dan menjalani pemeriksaan pada Selasa 2 Desember lalu. Usai diperiksa RK justru menyampaikan pernyataan yang mengejutkan publik. Ia mengaku merasa bahagia dan lega karena akhirnya dapat memberikan klarifikasi langsung kepada penyidik setelah berbulan menunggu momen tersebut.

Menurut RK pemeriksaan itu merupakan bentuk tanggung jawab pribadinya sebagai warga negara yang menjunjung supremasi hukum. Ia menyebut telah memberikan keterangan demi transparansi dan akuntabilitas serta berharap proses hukum dapat berjalan dengan objektif dan adil. Nama Ridwan Kamil mulai mencuat dalam perkara ini setelah penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumahnya. Dari hasil penelusuran transaksi keuangan RK dan keluarganya KPK menemukan sejumlah fakta yang kemudian dalami lebih lanjut. Salah satunya adalah pembelian mobil Mercedes Benz yang sebelumnya miliki oleh Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie.

KPK Telusuri Aliran Dana Nonbudgeter Bank BJB

Mobil tersebut ketahui beli RK melalui putra BJ Habibie Ilham Habibie dengan sistem cicilan. Menariknya uang hasil cicilan pembelian mobil tersebut kemudian kembalikan oleh Ilham Habibie kepada KPK. Setelah proses pengembalian itu KPK mengembalikan mobil Mercedes Benz yang sebelumnya sempat sita sebagai bagian dari penyidikan. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah Yuddy Renaldi selaku mantan Direktur Utama Bank BJB Widi Hartono yang menjabat Pimpinan Divisi Corporate Secretary serta tiga pihak swasta yakni Ikin Asikin Dulmanan Suhendrik dan Sophan Jaya Kusuma.

Kelima tersangka terduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 222 miliar. Dana tersebut sebut gunakan untuk memenuhi kebutuhan nonbudgeter di luar mekanisme resmi anggaran. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka saat ini mereka belum menjadi tahanan. Namun KPK telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah kelimanya bepergian ke luar negeri selama enam bulan dan pencegahan tersebut dapat perpanjang sesuai kebutuhan penyidikan. Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik mengingat besarnya nilai kerugian negara serta keterlibatan sejumlah tokoh penting. KPK memastikan akan terus menuntaskan perkara ini secara profesional transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Wajah Asli Wulan Guritno Dibongkar Netizen, Ini Reaksinya

Jasasosialmedia.com – Nama Wulan Guritno kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, sorotan netizen tertuju pada penampilan wajah sang artis yang ternilai berbeda antara di media sosial dan saat tampil di layar lebar. Isu tersebut mencuat ketika Wulan membintangi film Norma. Beberapa warganet menyebut wajahnya tampak “gradakan” atau tidak sehalus seperti yang biasa terlihat dari unggahan Instagram.

Sebagai figur publik yang sudah puluhan tahun berkecimpung dari dunia hiburan, Wulan Guritno tak menampik bahwa komentar netizen tersebut sempat membuat perasaannya campur aduk. Ia mengaku kaget sekaligus tidak karuan ketika menyadari penampilannya menjadi bahan perbandingan dan perdebatan di media sosial.

Komentar Pedas Netizen Soal Wajah Wulan Guritno

Ya namanya juga manusia, ada perasaan, ungkap Wulan saat membicarakan hal tersebut. Menurutnya, perbedaan tampilan itu bukanlah sesuatu yang sengaja. Ia menjelaskan bahwa kondisi wajah di media sosial tentu sangat berbeda dengan wajah saat syuting film yang menggunakan kamera resolusi tinggi, pencahayaan khusus, serta tuntutan karakter yang harus ia perankan. Wulan menegaskan bahwa dalam film Norma, ia tidak berusaha tampil sempurna. Justru, ia ingin menampilkan sosok yang lebih realistis dan sesuai dengan karakter yang butuhkan. Make up yang minimal, ekspresi emosional, hingga adegan berat membuat wajahnya terlihat lebih apa adanya.

“Kalau di Instagram kan pasti kita pilih foto terbaik, angle terbaik, cahaya terbaik. Tapi di film, semuanya nyata,” ujarnya. Ia pun menambahkan bahwa kamera film bisa menangkap detail yang tidak terlihat oleh mata biasa, termasuk garis halus, tekstur kulit, hingga kelelahan wajah. Meski begitu, Wulan tidak memungkiri bahwa komentar netizen sempat membuatnya insecure. Ia mengaku perlu waktu untuk menenangkan diri dan menerima kenyataan bahwa ekspektasi publik terhadap penampilan artis perempuan memang sangat tinggi. Namun, ia berusaha melihatnya dari sisi yang lebih positif.

Wulan Guritno Insecure Usai Wajah Aslinya Jadi Perbincangan

Bagi Wulan, kejadian ini justru menjadi pengingat bahwa standar kecantikan dari media sosial sering kali tidak realistis. Ia berharap publik bisa lebih bijak dan memahami bahwa apa yang terlihat di layar maupun dunia maya tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. “Artis juga manusia, bisa capek, bisa menua, dan itu normal,” tegasnya. Wulan pun memilih untuk tidak terlalu larut dalam komentar negatif dan lebih fokus pada kualitas akting serta karya yang ia hasilkan.

Di usia yang semakin matang, Wulan Guritno mengaku kini lebih berdamai dengan sendiri. Ia ingin terkenal bukan hanya karena wajah atau penampilan, tetapi juga karena dedikasi dan profesionalismenya di dunia seni peran. Baginya, kritik adalah bagian dari risiko menjadi figur publik, namun tidak seharusnya menghapus rasa percaya diri seseorang.

Kedatangan Messi ke India, Fans Kehilangan Kesempatan Bertemu Idola

Jasasosialmedia.com – Keputusan Lionel Messi untuk mengunjungi India dalam rangka acara olahraga baru ini telah menciptakan gelombang antusiasme di kalangan penggemar sepak bola India. Namun, meskipun momen tersebut seharusnya menjadi kesempatan luar biasa bagi para penggemar untuk bertemu dengan idola mereka.

Kenyataannya, banyak fans yang pulang kecewa. Penyebab utama kekecewaan ini tidak hanya berkaitan dengan jadwal yang terbatas, tetapi juga dengan munculnya ketegangan antara pejabat setempat dan para penggemar Messi. Ini tentu sangat mengecewakan, mengingat banyak dari mereka telah menunggu kesempatan ini selama bertahun-tahun.

Pejabat Yang Lebih Fokus Pada Diri Sendiri

Acara yang diselenggarakan di India seharusnya menjadi ajang yang mempertemukan Messi dengan penggemar setianya, namun yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa pejabat yang terlibat dalam acara tersebut cenderung lebih menonjolkan diri. Mereka ketimbang memberikan ruang bagi Messi untuk berinteraksi langsung dengan fans. Momen penting saat Messi hadir di acara ini justru sering kali mendapati aksi narsis. Para pejabat yang lebih sibuk berfoto dengan Messi daripada memberi kesempatan kepada penggemar untuk melihat idolanya. Tak jarang, pejabat tersebut malah mengambil lebih banyak perhatian dari pada Messi. Bahkan dalam sesi foto bersama yang seharusnya menjadi momen spesial bagi penggemar.

Para fans merasa sangat kecewa karena kesempatan untuk bertemu dengan Messi sangat terbatas, apalagi mengingat status megabintang yang miliki oleh pemain asal Argentina ini. Banyak yang menginginkan kesempatan untuk berbicara langsung, meminta tanda tangan, atau sekadar berfoto bersama. Namun, agenda pejabat dan tim penyelenggara yang terlalu sibuk dengan urusan formalitas membuat acara ini terkesan lebih sebagai ajang pamer bagi mereka daripada sebuah perayaan untuk para penggemar.

Fans Yang Kecewa Dengan Pengalaman Terbatas

Bagi sebagian besar penggemar, Messi adalah simbol dari kehebatan sepak bola. Sebagai pemain yang telah mengukir sejarah, kehadirannya di India seharusnya menjadi momen tak terlupakan. Sayangnya, sebagian besar penggemar merasa sangat kecewa dengan pengalaman yang mereka dapatkan. Menurut laporan yang beredar, para penggemar yang hadir tidak beri kesempatan untuk berinteraksi dengan Messi lebih lama. Sebagian besar dari mereka hanya bisa melihat sang legenda dari jauh, sementara beberapa bahkan tidak bisa mendekat karena pengamanan yang ketat.

Selain itu, meskipun acara tersebut janjikan sebagai kesempatan untuk merayakan sepak bola. Banyak penggemar yang merasa bahwa penyelenggara lebih memprioritaskan kepentingan bisnis dan politik daripada memberikan pengalaman yang memadai bagi para penonton. Banyak yang merasa bahwa Messi lebih dilihat sebagai simbol komersial daripada sosok yang hadir untuk berinteraksi dengan fans setia.

Harapan Untuk Pengalaman Lebih Baik Di Masa Depan

Meskipun acara tersebut menuai kritik, harapan masih ada untuk perbaikan di masa depan. Beberapa pengamat berharap agar penyelenggara acara di India dapat lebih memperhatikan keinginan. Para penggemar dan tidak hanya fokus pada kepentingan politik dan bisnis. Mereka berharap ada lebih banyak acara di mana para pemain besar seperti Messi dapat berinteraksi langsung dengan penggemar, memberi mereka kesempatan untuk merasakan pengalaman yang lebih berarti. Di sisi lain, Messi tetap menjadi sosok yang hormati dan cintai oleh penggemarnya di seluruh dunia, termasuk India.

Meskipun kedatangannya kali ini oleh berbagai kendala. Banyak yang berharap bahwa kesempatan serupa di masa depan akan membawa pengalaman yang lebih baik bagi penggemar sepak bola di India. Akhirnya, meski fans kecewa dengan kondisi yang ada, kedatangan Messi ke India tetap menjadi momen bersejarah yang tidak akan terlupakan. Mungkin di kesempatan berikutnya, fans bisa benar merasakan apa yang selama ini mereka impikan: bertemu dan berinteraksi langsung dengan sang legenda sepak bola dunia.