HOAKS: Purbaya Dan Prabowo Disebut Sepakat Turunkan Harga BBM Rp7.000
Jasasosialmedia.com – Sebuah informasi yang beredar luas di media sosial menyebutkan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa dan Presiden terpilih Prabowo Subianto telah sepakat menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp7.000 per liter. Klaim tersebut dengan narasi seolah keputusan itu akan segera berlakukan dalam waktu dekat. Namun, setelah telusuri, informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta dan pastikan sebagai hoaks.
Narasi hoaks ini banyak melalui platform Facebook, WhatsApp, dan TikTok, dengan mencatut nama tokoh ekonomi dan pemerintahan untuk meningkatkan kepercayaan publik. Padahal, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah. Tim presiden terpilih, maupun otoritas terkait yang menyebutkan adanya kesepakatan penurunan harga BBM ke angka tersebut.
Tidak Ada Pernyataan Resmi Purbaya Maupun Prabowo
Purbaya Yudhi Sadewa terkenal sebagai ekonom dan pejabat strategis di sektor keuangan negara. Namun, tidak temukan satu pun pernyataan resmi, baik dalam forum publik, media massa, maupun siaran pers, yang menyebutkan terlibat dalam pembahasan penurunan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter. Nama Purbaya catut tanpa konteks yang jelas, sehingga menyesatkan masyarakat.
Hal serupa juga berlaku pada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Hingga kini, Prabowo belum mengumumkan kebijakan konkret terkait perubahan harga BBM. Kebijakan energi nasional, termasuk penetapan harga BBM, merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak kementerian dan mempertimbangkan kondisi fiskal, harga minyak dunia, serta nilai tukar rupiah.
Mekanisme Penetapan Harga BBM Tidak Sederhana
Harga BBM di Indonesia tentukan melalui mekanisme yang mempertimbangkan biaya produksi, impor, subsidi, dan kondisi pasar global. Penurunan harga hingga Rp7.000 per liter akan membutuhkan subsidi yang sangat besar dan berpotensi membebani anggaran negara. Oleh karena itu, klaim bahwa harga BBM bisa turunkan secara cepat dan sepihak tanpa pembahasan resmi ternilai tidak masuk akal.
Pengamat energi menilai bahwa setiap perubahan harga BBM biasanya umumkan secara terbuka oleh pemerintah melalui kementerian terkait, seperti Kementerian ESDM atau PT Pertamina. Informasi yang hanya bersumber dari unggahan media sosial tanpa rujukan resmi patut dicurigai sebagai informasi palsu.
Masyarakat Diminta Waspada Informasi Menyesatkan
Pemerintah dan sejumlah pemerhati media kembali mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan strategis nasional. Hoaks mengenai harga BBM kerap muncul karena isu ini sangat sensitif dan berdampak langsung pada kehidupan sehari masyarakat.
Masyarakat sarankan untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi, seperti situs pemerintah atau media arus utama yang kredibel. Dengan sikap kritis dan bijak dalam bermedia sosial, penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan publik dapat tekan.