Tragedi Kalibata: Pengeroyokan Penagih Utang Berakhir Maut

Jasasosialmedia.com – Kekerasan yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah dua orang penagih utang yang terkenal dengan istilah “mata elang” (matel) tewas akibat terkeroyok oleh sejumlah orang pada Kamis, 11 Desember 2023. Insiden pengeroyokan ini mengundang ketegangan di sekitar lokasi dan memicu kericuhan yang melibatkan berbagai pihak. Dari pedagang, mata elang, hingga warga sekitar.

Peristiwa ini berlangsung di area yang ketahui milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur DKI, Pramono Anung, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa Pemprov DKI akan segera melakukan penataan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak oleh insiden ini. “Lokasinya memang milik Pemprov DKI, dan kami akan segera melakukan penataan untuk usaha yang terdampak. Pramono di sela peresmian Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Mata Elang Dikeroyok Hingga Tewas Di Kalibata

Meskipun kejadian ini menghebohkan, Gubernur Pramono menegaskan bahwa persoalan tersebut sedang dalam penanganan aparat kepolisian. “Karena melibatkan banyak pihak, baik itu pedagang. Mata elang, maupun warga sekitar, kami harus menunggu proses hukum berjalan dengan baik,” lanjutnya. Proses hukum yang maksud akan melibatkan penyidikan yang lebih mendalam mengingat banyaknya orang yang terlibat dalam insiden tersebut. Polisi telah menetapkan enam tersangka dalam kasus pengeroyokan ini. Tersangka yang tangkap adalah anggota Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri yang turut terlibat dalam kekerasan tersebut.

Mereka terjerat dengan Pasal 170 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP yang mengatur tindak kekerasan bersama di muka umum yang mengakibatkan kematian. Para tersangka tersebut kini menjalani proses hukum lebih lanjut. Pengeroyokan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan informasi dari aparat kepolisian, kerugian yang timbulkan akibat kericuhan ini perkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Kerugian tersebut berasal dari kerusakan yang terjadi pada sejumlah barang dan fasilitas yang terlibat dalam insiden tersebut.

Gubernur DKI Janji Atur Usaha UMKM Yang Terdampak

Peristiwa tragis ini mengundang perhatian publik terkait praktik kekerasan yang kerap melibatkan para penagih utang ilegal, seperti “mata elang”. Sebagai pihak yang sering berhadapan dengan situasi berisiko tinggi, keberadaan para penagih utang ini tidak jarang menimbulkan ketegangan dan kericuhan di masyarakat. Dengan penanganan hukum yang sedang berlangsung, masyarakat berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap lebih dalam mengenai latar belakang kejadian dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat. Dalam tindak kekerasan ini mendapatkan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga berharap agar solusi yang tepat dapat segera ditemukan, sehingga situasi dari kawasan tersebut kembali kondusif dan tidak ada pihak yang dirugikan lebih lanjut.

Fakta Lowongan Mbg Hoaks, Rekrutmen Scam Penipuan Online

Jasasosialmedia.com – Dalam beberapa hari terakhir, nitizen kembali ramai oleh sebuah unggahan poster lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Poster tersebut beredar luas di Facebook, menampilkan informasi bahwa sedang buka lowongan 500 pekerja dapur MBG. Lengkap dengan sebuah tautan pendaftaran yang klaim sebagai akses resmi untuk melamar. Banyak warganet yang tertarik dan mulai membagikan unggahan tersebut, berharap peluang tersebut benar adanya. Namun setelah telusuri, unggahan itu pastikan merupakan HOAKS.

Faktanya, tautan yang cantumkan dalam poster tersebut tidak benar dan bukan berasal dari institusi resmi. Bahkan, isi poster yang beredar sangat mirip dengan materi asli yang pernah terunggah oleh akun Instagram Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam unggahan resmi tersebut, BGN memang menyampaikan rencana besar mereka untuk merekrut 500 ribu pekerja baru untuk mendukung operasional dapur program Makan Bergizi Gratis. Namun, unggahan tersebut tidak menyertakan tautan apa pun dan sama sekali tidak meminta warga untuk mendaftar melalui link pihak ketiga.

Link Rekrutmen MBG Yang Viral Itu Palsu

Dalam klarifikasi yang sampaikan, BGN menegaskan bahwa seluruh rekrutmen pekerja dapur MBG hanya lakukan secara bertahap dan selalu melalui saluran resmi. Masyarakat yang ingin mengetahui peluang kerja atau proses perekrutan minta untuk menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah masing. Daftar lokasi dapur SPPG juga telah tersediakan melalui kanal resmi lembaga, sehingga warga dapat mengecek langsung ke lokasi atau menghubungi nomor layanan yang sah.

Peredaran hoaks lowongan kerja seperti ini bukanlah hal baru. Banyak oknum memanfaatkan momen sosial yang sedang mendapat perhatian luas, seperti peluncuran program MBG. Menyebarkan tautan palsu yang berpotensi gunakan untuk pencurian data pribadi, penipuan, atau phising. Biasanya, link tersebut akan meminta calon pelamar memasukkan data sensitif seperti KTP, nomor HP, alamat email, hingga informasi pribadi lainnya. Jika sudah terlanjur berikan, data tersebut dapat salahgunakan untuk berbagai kejahatan digital.

Fakta Di Balik Hoaks Rekrutmen MBG Sedang Viral

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap unggahan yang belum jelas sumbernya. Ada beberapa ciri hoaks lowongan kerja yang dapat kenali. Penggunaan bahasa yang terlalu bombastis, tidak ada penyebutan kanal resmi, adanya ajakan untuk segera mengklik tautan tertentu, dan tidak adanya nomor kontak resmi lembaga yang dapat terverifikasi. Pada kasus hoaks lowongan MBG ini, tautan yang cantumkan sudah cukup menjadi tanda mencurigakan karena BGN tidak pernah mengumumkan pendaftaran melalui link terbuka seperti itu. Pihak BGN mengajak masyarakat untuk terus memverifikasi informasi melalui akun resmi mereka atau datang langsung ke kantor SPPG terdekat.

Mereka juga mengingatkan agar warga tidak mudah terjebak oleh postingan viral yang terbuat sedemikian rupa menyerupai poster asli. Setiap informasi resmi terkait perekrutan selalu diumumkan melalui kanal terverifikasi dan tidak pernah melalui pihak ketiga. Dengan maraknya penyebaran informasi palsu seperti ini, penting bagi masyarakat untuk selalu berhati, memeriksa ulang setiap informasi. Kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya. Hoaks bukan hanya menyesatkan, tetapi juga dapat merugikan banyak orang. Semakin kita cerdas dan kritis, semakin kecil peluang hoaks menipu masyarakat luas.

Harga Beras Rp 60 Rb Di Kementan, Ternyata Salah Ketik Satuan

jasasosialmedia.com – Media sosial kembali riuh. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Kementerian Pertanian (Kementan) setelah beredarnya rincian bantuan bencana dari Sumatera. Angka yang tercantum membuat banyak mata terbelalak: bantuan senilai Rp 1,3 miliar dengan volume yang tertulis 21.874 kg.

Sontak, warganet yang jeli langsung melakukan kalkulasi sederhana. Jika Rp 1,3 miliar terbagi dengan 21.874 kg, hasilnya adalah sekitar Rp 60.000 per kilogram! Sebuah harga yang jauh di atas harga pasar, bahkan untuk beras kualitas premium sekalipun. Tuduhan pun mulai menyeruak, mempertanyakan transparansi dan potensi markup dalam penyaluran bantuan kepada korban bencana.

Permintaan Maaf Menteri Amrand Di Balik Viral Harga Beras

Api kontroversi yang menyala cepat di dunia maya segera terpadamkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam sebuah konferensi pers, Amran dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf, mengakui adanya kekeliruan fatal yang berujung pada kesalahpahaman publik. “Ini 5 kg. Jadi salah tulis, maafkan aku karena aku manusia biasa, pasti ada khilaf. Tetapi yang terpenting niat merah putih,” ujar Amran, merujuk pada niat tulus Kementan dalam membantu. Amran menjelaskan bahwa angka 21.874 yang tertera bukanlah volume total beras dalam satuan kilogram (kg), melainkan jumlah paket beras yang salurkan.

“Nah ini penting ada kekeliruan itu, keliru dalam penulisan yang katakan 21.000 itu, 21.000 kilogram. (Angka) 21.000 itu seharusnya 21.000 paket, satu paket berisi 5 kg,” jelasnya. Dengan klarifikasi ini, perhitungan warganet yang menghasilkan harga fantastis Rp 60.000/kg pastikan keliru. Kesalahan satu huruf mengganti ‘paket’ menjadi ‘kg’ telah mengubah persepsi publik secara drastis, dari bantuan kemanusiaan menjadi dugaan praktik mark up yang mencurigakan.

Membongkar Kesalahan Administrasi Kementan

Mengetahui unggahan tersebut menjadi viral dan memicu keresahan, Menteri Amran tidak tinggal diam. Ia mengaku segera bertindak cepat, bahkan dari tengah malam. “Tengah malam aku telepon Sekjen dua. Bahayanya salah tulis saja, salah satuannya. Gimana menyampaikan ke semua orang. Jadi sampaikan dengan cepat bahwa satuannya salah,” tuturnya, menceritakan koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, dan Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, untuk segera memberikan klarifikasi. Respons cepat ini menunjukkan keseriusan Kementan dalam menjaga integritas dan transparansi, serta memitigasi dampak dari kesalahan administrasi.

Kisah “salah ketik senilai miliaran” ini menjadi pengingat penting bagi institusi publik. Di era digital, di mana informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, detail terkecil dalam laporan resmi bisa menjadi pemicu kontroversi besar. Kehati-hatian dalam penulisan administrasi adalah krusial, terutama ketika menyangkut dana publik dan bantuan kemanusiaan. Di sisi lain, reaksi cepat Menteri Amran yang mengakui kesalahan dan memberikan klarifikasi transparan patut terapresiasi. Seringkali, respons yang terlambat atau defensif justru memperkeruh suasana. Dengan lugas mengatakan, “maafkan aku karena aku manusia biasa,” Amran menunjukkan sikap bertanggung jawab yang harapkan dari seorang pemimpin.

Perpustakaan Modern Digital Tren Literasi Mahasiswa Masa Kini

Jasasosialmedia.com – Siang itu, di kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, suasana perpustakaan terasa berbeda dari hiruk pikuk dunia perkuliahan. Di lantai dua, di antara rak buku tebal dan bangku melingkar, beberapa mahasiswa tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Ada yang serius mengetik laporan, ada yang membaca sambil mencatat di pinggir halaman, dan ada pula yang sekadar menikmati ketenangan berac dari tengah kesibukan kampus. Salah satunya adalah Fereel Irsyad, mahasiswa KPI semester tujuh.

Duduk dari depan laptop, sesekali ponselnya bergetar. “Kadang susah fokus kalau HP di samping,” katanya sambil tertawa. Namun, ia menambahkan, “Di sini rasanya lebih tenang. Apalagi pada perpustakaan, memang tidak boleh berisik.”Bagi mahasiswa seperti Fereel, perpustakaan bukan sekadar tempat mencari referensi. Ia adalah ruang sunyi untuk menata pikiran, mencari ide, atau menenangkan diri dari derasnya notifikasi digital. “Awalnya ke sini hanya untuk tugas, tapi lama jadi kebiasaan. Kalau belum mampir ke sini seharian, rasanya ada yang kurang,” ujarnya.

Paradoks Literasi Dari Era Digital Saat Ini

Ironisnya, di era digital yang serba cepat ini, budaya membaca dan menulis justru kian terpinggirkan. Banyak mahasiswa mengandalkan ringkasan, video singkat, atau bantuan AI untuk memperoleh informasi. Padahal, literasi bukan sekadar membaca teks, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan selektif terhadap informasi. Secara nasional, literasi Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Data UNESCO menunjukkan tingkat melek huruf orang dewasa sekitar 96 persen.

Namun, survei Central Connecticut State University (CCSU) menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal kebiasaan membaca dan menulis. PISA 2022 menunjukkan skor literasi membaca siswa Indonesia hanya sekitar 359 poin, jauh di bawah global. Buku kini sering menjadi simbol tren yang dipamerkan di media sosial, bukan alat untuk belajar. Fereel pun menyoroti fenomena ini: “Sekarang banyak yang beli buku hanya untuk tampil keren di story. Tapi sebenarnya itu bisa jadi langkah awal buat mulai suka baca.”

Perpustakaan Beradaptasi Dengan Tren Baru

Menjawab perubahan ini, beberapa perpustakaan mulai bertransformasi. Di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, ruang baca kini lebih terbuka dan nyaman. Ada area diskusi estetik, tempat lesehan santai, hingga akses ejournal yang mudah terjangkau. Perpustakaan tidak lagi kaku, melainkan menjadi ruang untuk selfdevelopment sekaligus ekspresi diri. Sore menjelang, cahaya oranye menembus jendela besar. Beberapa mahasiswa berkemas, sebagian masih tenggelam dalam catatan.

Fereel menutup bukunya, menyelipkan pembatas halaman, dan tersenyum kecil. “Kadang kalau di perpustakaan, muncul inspirasi yang bikin kita tumbuh dan berkembang,” ucapnya. Di tengah arus tergitalisasi, dunia digital bukan musuh literasi, melainkan mitra yang bisa termanfaatkan bijak. Kemudahan akses informasi harus barengi kemampuan memilih dan mencerna. Literasi di era digital kini bukan soal jumlah halaman yang baca, tapi seberapa dalam makna yang dipahami dari setiap bacaan.

Hoaks: Purbaya Tidak Usulkan Gaji Guru Setara DPR, Bikin Heboh!

Jasasosialmedia.com – Belakangan, sebuah narasi viral di media sosial menyebutkan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengusulkan agar gaji guru dan PNS setarakan dengan gaji anggota DPR RI. Narasi ini tersebar luas dari berbagai platform. Terutama Akun Facebook yang membagikan video rapat kerja yang menampilkan Purbaya hadir bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Video tersebut unggah pada November 2025 dan dengan cepat menjadi bahan perbincangan warganet.

Namun, berdasarkan penelusuran klaim tersebut tidak benar dan tergolong hoaks. Tidak anda temukan pernyataan apapun dari Purbaya yang menyebutkan bahwa gaji guru harus setara dengan anggota DPR. Narasi yang beredar sengaja terbuat seolah berasal dari rapat resmi, padahal isi pertemuan sama sekali tidak menyinggung hal tersebut.

Bantahan Purbaya soal Gaji Guru Setara DPR

Penyebaran hoaks ini memicu beragam tanggapan warganet. Beberapa netizen menyatakan dukungan terhadap gagasan gaji guru yang lebih tinggi. Namun ada pula yang menekankan agar informasi resmi peroleh dari sumber terpercaya. Salah satu komentar menyoroti:

“Saya suka pak menteri yang satu ini, tapi lebih setuju jika gaji anggota DPR diturunkan supaya setara guru dan PNS.”

Komentar semacam ini menunjukkan bagaimana berita bohong bisa memicu opini publik yang beragam dan kadang kontroversial.Untuk meluruskan kabar tersebut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui akun Instagram PPID Kemenkeu yang terverifikasi menegaskan bahwa klaim tentang gaji guru setarakan dengan DPR adalah tidak benar. “Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan mengusulkan agar gaji guru dan PNS setarakan dengan gaji DPR adalah hoaks,” demikian bunyi penjelasan resmi Kemenkeu. Selain itu, Kemenkeu mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berita bohong yang berkaitan dengan instansi pemerintah.

Cek Fakta: Gaji Guru Setara DPR? Kemenkeu Tegaskan Ini Hoaks

Fenomena penyebaran hoaks seperti ini menyoroti pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Warga net perlu memeriksa sumber informasi resmi, seperti akun pemerintah yang terverifikasi, sebelum membagikan atau menanggapi berita yang terdengar sensasional. Video atau tangkapan layar yang beredar di media sosial sering kali salahartikan atau pelintir untuk tujuan tertentu, sehingga penting untuk selalu memeriksa fakta. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi publik untuk tidak cepat percaya terhadap klaim yang tidak jelas sumbernya. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan atau pernyataan pejabat negara.

Kemenkeu menegaskan bahwa seluruh kebijakan terkait gaji guru, PNS, maupun anggota DPR tidak ada hubungannya dengan klaim yang beredar di media sosial. Dengan demikian, masyarakat imbau untuk tetap cermat dan kritis dalam menanggapi informasi daring. Narasi viral yang menyebut bahwa Purbaya mengusulkan gaji guru setara DPR tidak memiliki dasar fakta dan segera harus luruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kegaduhan publik.

Media Sosial Heboh Gempa Jepang M7,6, JMA Umumkan Potensi Tsunami

Jasasosialmedia.com – Media sosial heboh oleh kabar terjadinya gempa besar berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Jepang pada Senin malam waktu setempat. Tagar seperti #JapanQuake, #TsunamiAlert, dan #PrayForJapan langsung mendominasi lini masa platform X, Instagram, hingga TikTok. Dengan jutaan pengguna membagikan rekaman real time, suara alarm peringatan tsunami, dan suasana kepanikan di beberapa kota pesisir.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat (14.15 GMT) dan memicu peringatan tsunami bagi wilayah pesisir timur laut Jepang. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan potensi gelombang tsunami setinggi 3 meter, memaksa warga untuk segera mengungsi ke dataran tinggi. Dalam hitungan menit, sirene peringatan berbunyi di berbagai daerah, sementara aparat setempat meminta warga menghindari garis pantai dan mencari tempat aman.

Media Sosial Heboh Gempa M7,6 Guncang Jepang

Menurut JMA, pusat gempa berada sekitar 80 kilometer dari lepas pantai Prefektur Aomori, dengan kedalaman sekitar 48 kilometer. Berdasarkan skala intensitas seismik Jepang yang berkisar dari satu hingga tujuh guncangan yang terjadi tercatat sebagai “enam atas” di Prefektur Aomori. Ini termasuk kategori guncangan sangat kuat, hingga membuat orang dewasa kesulitan berdiri tegak dan mendorong mereka untuk merangkak saat bergerak. Furnitur berat, lemari, dan rak rak laporkan runtuh, sementara kaca jendela serta ubin bangunan mengalami kerusakan di sejumlah area. Beberapa pelabuhan dari wilayah timur laut juga telah melaporkan gelombang tsunami berukuran 20–50 cm, sebuah indikasi bahwa pergerakan air laut mulai terasa meski belum mencapai level berbahaya maksimum.

Dampak gempa ini juga mengganggu sistem transportasi. East Japan Railway menghentikan sejumlah layanan kereta di wilayah yang terdampak kuat. Penghentian layanan ini sebagai langkah antisipasi. Mengingat pengalaman pahit Jepang saat gempa besar magnitudo 9,0 pada tahun 2011 yang memicu tsunami raksasa dan kehancuran luas, termasuk di pembangkit nuklir Fukushima. Terkait keamanan instalasi nuklir, pihak utilitas listrik dari wilayah tersebut Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power melaporkan bahwa tidak ada gangguan atau kerusakan pada fasilitas pembangkit nuklir. Meski demikian, otoritas terus mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu gelombang besar tiba dan tetap menjauhi wilayah pantai.

Evakuasi Massal, Media Sosial Ramai Video Guncangan

Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, membuat situasi malam itu semakin menegangkan bagi warga. Meski gempa besar seperti ini selalu mencemaskan, Jepang bukanlah negara yang asing dengan aktivitas seismik ekstrem. Terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, Jepang menjadi lokasi lebih dari 20% gempa bumi berkekuatan 6,0 ke atas di dunia setiap tahunnya. Statistik menyebutkan bahwa setidaknya satu gempa terjadi setiap lima menit, menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa di dunia.

Di media sosial, banyak warga Jepang dan orang luar negeri saling mengirim doa dan dukungan. Video guncangan, suasana evakuasi, hingga pemandangan air laut yang mulai naik viral dengan cepat. Meski kepanikan meluas, masyarakat Jepang tetap menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan khas mereka dalam mengikuti prosedur keselamatan. Hingga laporan ini terbuat, otoritas Jepang masih memantau pergerakan air laut dan melakukan evaluasi potensi gempa susulan. Warga minta tetap waspada, mengikuti informasi resmi JMA, dan tidak terpengaruh berita palsu yang beredar di media sosial.

Proyek Metaverse Meta Dikurangi 30%, PHK Diperkirakan Januari 2026

Jasasosialmedia.com – Beberapa tahun lalu, Facebook yang kini terkenal sebagai Meta, memulai salah satu proyek ambisiusnya: Metaverse. Proyek ini terancang untuk menghadirkan dunia virtual. Memungkinkan pengguna terhubung satu sama lain, sekaligus memperluas pasar perangkat keras dan teknologi baru Meta.

Sejak 2020, Meta telah menggelontorkan dana fantastis, lebih dari US$60 miliar atau setara dengan Rp998 triliun, untuk membangun Metaverse dan berbagai unit teknologi pendukungnya. Namun, meski ambisius, proyek ini tidak berjalan sesuai harapan.

Pemangkasan Anggaran 30% untuk Tahun 2026

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Meta akan memangkas anggaran proyek Metaverse hingga 30% untuk rencana tahun 2026. Pemangkasan ini kemungkinan akan berdampak pada sejumlah program dan rencana internal Reality Labs, unit di Meta yang bertanggung jawab atas pengembangan Metaverse. Reality Labs tidak hanya mengurusi proyek dunia virtual, tetapi juga memproduksi headset mixed reality Quest. Kacamata Ray Ban Stories, dan perangkat augmented reality lain yang menjadi bagian dari visi jangka panjang Meta.

Belum ada komentar resmi dari Meta terkait rencana pengurangan anggaran ini. Namun sumber yang mengetahui hal ini menyebutkan bahwa pemangkasan anggaran. Kemungkinan juga akan ikuti oleh pemutusan hubungan kerja (PHK), yang bisa mulai paling cepat Januari 2026.

Tekanan dari Persaingan AI dan Penerimaan Produk

Pemangkasan anggaran Metaverse ini muncul di tengah persaingan ketat di dunia AI. Meta sendiri tengah berupaya tetap relevan melalui pengembangan model AI Llama 4, yang sayangnya belum mendapatkan sambutan positif dari pasar maupun komunitas teknologi.

Selain itu, sejumlah produk dan inovasi Metaverse, termasuk headset mixed reality dan kacamata augmented reality, belum memberikan hasil komersial yang memuaskan. Hal ini menjadi salah satu alasan Meta harus mengevaluasi kembali alokasi dana dan strategi jangka panjang untuk proyek Metaverse.

Misi Meta: Menghubungkan Dunia, Tapi Realita Lebih Sulit

Visi Meta dalam Metaverse adalah menciptakan dunia virtual yang memungkinkan interaksi sosial, hiburan, dan bisnis dalam satu ekosistem. Namun kenyataan menunjukkan bahwa meski investasi triliunan rupiah telah anda lakukan, proyek tersebut masih menghadapi tantangan besar. Adopsi pengguna, penerimaan pasar, dan keuntungan finansial yang nyata.

Pemangkasan anggaran ini bisa menjadi momen refleksi bagi Meta. Perusahaan perlu menyeimbangkan antara ambisi teknologi dan keberlanjutan finansial. Terutama di tengah persaingan ketat dari perusahaan teknologi lain yang juga gencar mengejar inovasi AI dan realitas virtual.

Fitur TikTok Yang Bikin Video Pendek Lebih Menarik

Jasasosialmedia.com – TikTok adalah platform media sosial yang memungkinkan pengguna membuat, membagikan, dan menemukan video pendek. Awalnya terkenal dengan nama Douyin di Tiongkok, platform ini dikembangkan oleh ByteDance dan mulai menembus pasar internasional pada 2016. Sejak itu, TikTok telah merevolusi cara orang mengonsumsi konten digital, menggabungkan hiburan, edukasi, dan interaksi sosial dalam satu aplikasi.

Video di TikTok biasanya berdurasi 15–60 detik, tetapi kini platform ini mendukung video hingga 60 menit prarekaman dan 10 menit rekaman langsung. Video ini sering terhiasi musik, filter, dan efek kreatif, sehingga memudahkan pengguna mengekspresikan diri dengan cara unik. Keunggulan utama TikTok adalah algoritmanya yang pintar, yang menyesuaikan konten untuk setiap pengguna melalui umpan “Untuk Anda”. Algoritma ini menganalisis kebiasaan menonton dan interaksi pengguna untuk menghadirkan konten yang relevan dan menarik, mendorong pengguna untuk menonton lebih banyak, berinteraksi, bahkan membuat konten sendiri.

Fitur TikTok yang Membuatnya Unik

TikTok menawarkan beragam fitur yang memudahkan pengguna berkreativitas:

Perekaman dan pengeditan video: Pengguna bisa merekam video satu kali atau dalam beberapa segmen, lalu mengeditnya dengan memotong, menggabungkan, atau mengulangi bagian tertentu.

Filter & efek: TikTok menyediakan berbagai filter, efek visual, hingga efek interaktif untuk membuat video lebih menarik.

Suara & sulih suara: Pengguna bisa menambahkan musik, efek suara, atau bahkan narasi mereka sendiri.

Siaran langsung (Live): Fitur ini memungkinkan interaksi real time dengan pengikut, cocok untuk Q&A atau promosi langsung.

Duet & Stitch: Fitur kolaboratif ini memungkinkan pengguna membuat video berdampingan dengan video lain atau menggabungkan adegan dari video lain ke dalam konten mereka sendiri.

Balasan video: Komentar bisa dijawab dengan video, bukan teks, membuat interaksi lebih hidup.

Tantangan tagar: Tren dan tantangan ini mendorong pengguna untuk membuat konten kreatif seputar tema tertentu.

Postingan teks: Selain video, TikTok kini mendukung konten teks untuk berbagi pemikiran atau memulai diskusi.

TikTok Sebagai Alat Bisnis

TikTok tidak hanya hiburan, tapi juga platform pemasaran yang efektif. Algoritma cerdas dan basis pengguna besar memudahkan bisnis menjangkau audiens, terutama kalangan muda. Beberapa cara TikTok termanfaatkan bisnis antara lain:

Kolaborasi dengan influencer: Duet dan Stitch memungkinkan bisnis bekerja sama dengan kreator populer untuk meningkatkan kredibilitas merek.

TikTok Ads: Iklan bertarget berdasarkan perilaku pengguna dapat menjangkau calon pelanggan yang relevan.

Storytelling & behind the scenes: Bisnis bisa memamerkan budaya perusahaan, nilai, dan proses kreatif mereka, sehingga membangun hubungan emosional dengan audiens.

Siaran langsung: Peluncuran produk, sesi tanya jawab, dan demo interaktif memberi kesempatan untuk berinteraksi secara real time dengan pelanggan.

Banyak bisnis menemukan bahwa konten kreatif dan interaktif di TikTok mendorong engagement tinggi dan meningkatkan kepercayaan konsumen, karena rekomendasi influencer sering lebih dipercayai dibandingkan iklan tradisional.

Mengapa TikTok Begitu Populer

Kesuksesan TikTok terletak pada kombinasi konten kreatif, fitur interaktif, dan algoritma personalisasi. Pengguna tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pencipta, yang bisa dengan mudah membagikan bakat, ide, atau cerita mereka. Fitur kolaboratif seperti Duet, Stitch, dan tantangan tagar memungkinkan pengguna ikut tren global sekaligus mengekspresikan kreativitasnya.

Bagi bisnis, TikTok membuka peluang baru untuk memasarkan produk, membangun brand, dan menjangkau audiens muda. Dengan cara yang menyenangkan dan interaktif, TikTok telah menjadi lebih dari sekadar platform video pendek ia kini menjadi alat kreatif dan pemasaran modern yang mampu menghubungkan individu maupun perusahaan dengan dunia secara global.

TikTok adalah platform serba bisa hiburan, kreativitas, edukasi, hingga pemasaran. Dengan video pendek, fitur interaktif, dan algoritma cerdas, TikTok memungkinkan siapa saja untuk menciptakan konten menarik, berinteraksi dengan audiens, dan bahkan membangun bisnis secara efektif.

Puji Prestasi Soeharto, Bahlil Banjir Komentar Netizen

Jasa Sosial Media – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada kader legendaris Golkar sekaligus Presiden ke-2 RI, Soeharto. Menurut Bahlil, gelar tersebut sangat layak diberikan karena perjuangan dan kontribusi Soeharto bagi pembangunan Indonesia.

Partai Golkar lewat mekanisme mengusulkan kepada Pak Presiden Prabowo untuk diberi gelar pahlawan. Alhamdulillah, lewat mimbar terhormat ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Presiden yang telah menganugerahi Pak Harto sebagai pahlawan nasional,” kata Bahlil pada puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan.

Bahlil kemudian menyampaikan berbagai prestasi Soeharto, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang disebutnya bisa mencapai di atas 7% hingga inflasi yang terkendali pada masa tersebut.

“Alhamdulillah di bawah Presiden Pak Harto kita mampu pertumbuhan ekonomi di atas 7%, menurunkan inflasi di bawah 15%, swasembada pangan, swasembada energi. Teknologi kita juga baik, bahkan kita terkenal dengan Macan Asia,” ujar Bahlil.

Menurutnya, tidak berlebihan jika Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan, karena fondasi nasional banyak diletakkan pada era pemerintahan Soeharto.

Pro Kontra Merebak, Netizen Ikut Ramai

Bahlil mengakui bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto menimbulkan pro dan kontra. Ia menyebut perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

“Kami menghargai pro dan kontra, tapi hal itu biasa,” ucapnya.

Di media sosial, netizen langsung meramaikan isu ini. Sebagian mendukung keputusan tersebut karena menilai Soeharto memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional. Namun, banyak netizen lain yang menolak, mengingat rekam jejak kontroversial Soeharto, termasuk isu pelanggaran HAM dan gaya kepemimpinan otoriternya.

Soeharto Masuk Daftar 10 Pahlawan Nasional 2025

Pada Hari Pahlawan 10 November 2025, Presiden Prabowo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh di Istana Negara. Salah satunya adalah Soeharto.

Keputusan ini memicu polemik di berbagai kalangan, termasuk di lini masa media sosial tempat netizen saling berdebat mengenai kelayakannya.

Sektor Digital Diincar Pajak: Marketplace Hingga Media Sosial Terlibat

Jasa Sosial Media – Pemerintah resmi menunjuk e-commerce atau marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 bagi pedagang online. Kebijakan ini tertuang dalam PMK No. 37 Tahun 2025 dan mulai berlaku 14 Juli 2025. Dengan aturan ini, Direktorat Jenderal Pajak diberikan kewenangan untuk menentukan platform mana saja yang wajib memungut pajak, termasuk berdasarkan nilai transaksi dan jumlah traffic pengunjung. Langkah ini diambil untuk memperluas basis pajak di sektor digital yang terus berkembang pesat.

Pemerintah Mulai Melirik Pajak di Media Sosial

Selain marketplace, pemerintah juga membuka peluang pemungutan pajak dari aktivitas ekonomi di media sosial. Wamenkeu Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan data analytics untuk menggali potensi pajak baru. Meski detail mekanismenya belum dipaparkan, hal ini menunjukkan bahwa transaksi jualan di media sosial juga mulai mendapat perhatian serius.

Kebijakan Tambahan untuk Tingkatkan Penerimaan Negara

Tidak hanya soal PPh 22, pemerintah juga sedang menyiapkan beberapa langkah pendukung, seperti:

Rencana penerapan cukai untuk makanan olahan tinggi natrium,

Penguatan regulasi perpajakan dan PNBP,

Serta perbaikan sistem bisnis di sektor ekspor–impor dan logistik.

Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki struktur penerimaan negara secara keseluruhan.

Target Penerimaan Negara 2026

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan:

Rasio penerimaan negara terhadap PDB: 11,71–12,22%

Rasio perpajakan: 10,08–10,45%

Rasio PNBP: 1,63–1,76%

Target ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi fiskal dan meningkatkan kontribusi sektor digital terhadap perekonomian nasional.