Media Sosial Heboh Gempa Jepang M7,6, JMA Umumkan Potensi Tsunami
Jasasosialmedia.com – Media sosial heboh oleh kabar terjadinya gempa besar berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Jepang pada Senin malam waktu setempat. Tagar seperti #JapanQuake, #TsunamiAlert, dan #PrayForJapan langsung mendominasi lini masa platform X, Instagram, hingga TikTok. Dengan jutaan pengguna membagikan rekaman real time, suara alarm peringatan tsunami, dan suasana kepanikan di beberapa kota pesisir.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat (14.15 GMT) dan memicu peringatan tsunami bagi wilayah pesisir timur laut Jepang. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengumumkan potensi gelombang tsunami setinggi 3 meter, memaksa warga untuk segera mengungsi ke dataran tinggi. Dalam hitungan menit, sirene peringatan berbunyi di berbagai daerah, sementara aparat setempat meminta warga menghindari garis pantai dan mencari tempat aman.
Media Sosial Heboh Gempa M7,6 Guncang Jepang
Menurut JMA, pusat gempa berada sekitar 80 kilometer dari lepas pantai Prefektur Aomori, dengan kedalaman sekitar 48 kilometer. Berdasarkan skala intensitas seismik Jepang yang berkisar dari satu hingga tujuh guncangan yang terjadi tercatat sebagai “enam atas” di Prefektur Aomori. Ini termasuk kategori guncangan sangat kuat, hingga membuat orang dewasa kesulitan berdiri tegak dan mendorong mereka untuk merangkak saat bergerak. Furnitur berat, lemari, dan rak rak laporkan runtuh, sementara kaca jendela serta ubin bangunan mengalami kerusakan di sejumlah area. Beberapa pelabuhan dari wilayah timur laut juga telah melaporkan gelombang tsunami berukuran 20–50 cm, sebuah indikasi bahwa pergerakan air laut mulai terasa meski belum mencapai level berbahaya maksimum.
Dampak gempa ini juga mengganggu sistem transportasi. East Japan Railway menghentikan sejumlah layanan kereta di wilayah yang terdampak kuat. Penghentian layanan ini sebagai langkah antisipasi. Mengingat pengalaman pahit Jepang saat gempa besar magnitudo 9,0 pada tahun 2011 yang memicu tsunami raksasa dan kehancuran luas, termasuk di pembangkit nuklir Fukushima. Terkait keamanan instalasi nuklir, pihak utilitas listrik dari wilayah tersebut Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power melaporkan bahwa tidak ada gangguan atau kerusakan pada fasilitas pembangkit nuklir. Meski demikian, otoritas terus mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu gelombang besar tiba dan tetap menjauhi wilayah pantai.
Evakuasi Massal, Media Sosial Ramai Video Guncangan
Ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, membuat situasi malam itu semakin menegangkan bagi warga. Meski gempa besar seperti ini selalu mencemaskan, Jepang bukanlah negara yang asing dengan aktivitas seismik ekstrem. Terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, Jepang menjadi lokasi lebih dari 20% gempa bumi berkekuatan 6,0 ke atas di dunia setiap tahunnya. Statistik menyebutkan bahwa setidaknya satu gempa terjadi setiap lima menit, menjadikannya salah satu negara paling rawan gempa di dunia.
Di media sosial, banyak warga Jepang dan orang luar negeri saling mengirim doa dan dukungan. Video guncangan, suasana evakuasi, hingga pemandangan air laut yang mulai naik viral dengan cepat. Meski kepanikan meluas, masyarakat Jepang tetap menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan khas mereka dalam mengikuti prosedur keselamatan. Hingga laporan ini terbuat, otoritas Jepang masih memantau pergerakan air laut dan melakukan evaluasi potensi gempa susulan. Warga minta tetap waspada, mengikuti informasi resmi JMA, dan tidak terpengaruh berita palsu yang beredar di media sosial.