Askompsi Gandeng Perusahaan Korea Selatan Perkuat Keamanan Siber

Jasasosialmedia.com – Upaya memperkuat sistem keamanan siber di Indonesia terus seiring meningkatnya ancaman digital yang menyasar pemerintah daerah. Transformasi digital yang semakin masif menuntut kesiapan infrastruktur, regulasi, serta sumber daya manusia agar layanan publik tetap aman dan andal.

Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi) mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama internasional. Kali ini, Askompsi menggandeng perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan sebagai mitra untuk memperkuat ekosistem keamanan digital pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Askompsi Dan LS Ware Teken MOU Di Seoul

Askompsi secara resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan siber sekuriti Korea Selatan, LS Ware Inc. Penandatanganan berlangsung di kantor pusat LS Ware lantai 18, A Tower, D Polis Building, Seoul. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan keamanan siber di lingkungan pemerintah daerah Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Askompsi yang juga Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, bersama CEO LS Ware Inc, Kim Min Soo. Turut hadir dalam penandatanganan tersebut Kim Man Sun selaku Kepala Perwakilan LS Ware Indonesia sekaligus Chairman KISIA (Korea Information Security Industry Association), serta Direktur Eksekutif Askompsi, Edy Santoso. Sejumlah perwakilan Dinas Kominfo provinsi, kabupaten, dan kota juga mengikuti acara ini secara daring melalui Zoom.

Muhammad Faisal menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut. Ia berharap MoU ini dapat segera terimplementasikan untuk mendukung percepatan transformasi digital di pemerintah daerah. Khususnya dalam aspek keamanan siber yang kini menjadi kebutuhan mendesak.

Fokus Peningkatan SDM Dan Program Keamanan Digital

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa LS Ware memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan siber. Dukungan tersebut akan wujudkan melalui berbagai program seperti pelatihan, bimbingan teknis, hingga workshop siber sekuriti yang fasilitasi melalui Askompsi.

“Alhamdulillah, MoU sudah ditandatangani. Mudah-mudahan bisa segera terimplementasikan, terutama hal yang mendukung percepatan transformasi digital di pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Khususnya menyangkut cyber security,” ujar Faisal.

Selain itu, LS Ware juga berkomitmen untuk mendukung program ADLGA yang terencanakan berjalan hingga tahun 2026. Program ini harapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman siber, mulai dari kebocoran data hingga serangan terhadap sistem layanan publik.

Komitmen Bersama Hadapi Ancaman Siber

Sementara itu, CEO LS Ware Inc, Kim Min Soo, menyambut baik kerja sama dengan Askompsi. Ia mengaku senang dan antusias karena MoU ini membuka peluang implementasi nyata di berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

Kim Min Soo juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada sejumlah pemerintah daerah yang menunjukkan ketertarikan dan keseriusan untuk bekerja sama dengan LS Ware dalam menangani persoalan keamanan siber. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran terhadap pentingnya perlindungan sistem digital semakin meningkat.

“Saya senang dan bersemangat menandatangani MoU dengan Askompsi. Semoga kerja sama ini bisa segera kita implementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, Askompsi berharap tercipta ekosistem keamanan siber yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu melindungi data serta layanan publik dari berbagai ancaman digital di masa depan.

Kasus Pelecehan Penumpang Wanita Viral, TransJakarta Siap Dampingi Korban

Jasasosialmedia.com – Kasus pelecehan seksual kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan seorang penumpang wanita mengaku menjadi korban pelecehan di transportasi umum TransJakarta viral di media sosial. Video tersebut tersebar luas di TikTok, Instagram, hingga Facebook. Memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan warganet terhadap pelaku serta keprihatinan atas keamanan penumpang, khususnya perempuan.

Peristiwa ini membuka kembali diskusi publik mengenai perlindungan penumpang di transportasi umum. Banyak netizen mendesak pihak TransJakarta dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Menanggapi viralnya kasus ini, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum kepada korban serta meningkatkan pengawasan dan keamanan layanan.

Kronologi Kejadian Yang Viral Di Media Sosial

Berdasarkan informasi yang beredar, korban mengalami tindakan tidak pantas saat berada di dalam armada TransJakarta pada jam operasional. Korban kemudian merekam dan membagikan pengalamannya melalui media sosial sebagai bentuk keberanian sekaligus upaya mencari keadilan. Unggahan tersebut langsung mendapat respons luas dari masyarakat, dengan ribuan komentar yang menyatakan dukungan kepada korban.

Video viral ini juga mendorong banyak pengguna media sosial lain untuk membagikan pengalaman serupa yang pernah mereka alami di transportasi umum. Hal ini menunjukkan bahwa pelecehan masih menjadi masalah serius yang perlu tangani secara sistematis, bukan hanya sebagai kasus individual.

Tanggapan TransJakarta Dan Pendampingan Hukum

Menanggapi kejadian tersebut, manajemen TransJakarta menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan publik. Pihak TransJakarta menegaskan bahwa mereka tidak mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan layanan transportasi umum. Sebagai langkah konkret, TransJakarta menyatakan siap memberikan pendampingan hukum penuh kepada korban, termasuk membantu proses pelaporan kepada pihak kepolisian.

Selain itu, TransJakarta juga menyebut telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan bukti, seperti rekaman CCTV di dalam bus dan halte. Pendampingan psikologis juga sebut akan sediakan apabila korban membutuhkannya, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam melindungi penumpang.

Upaya Pencegahan Dan Harapan Publik Ke Depannya

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas utama penyedia transportasi publik. TransJakarta menyatakan akan meningkatkan sosialisasi terkait pelaporan pelecehan, memperkuat pengawasan petugas, serta mengoptimalkan pemanfaatan CCTV di seluruh armada dan halte.

Masyarakat berharap langkah-langkah ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi berkelanjutan. Edukasi kepada penumpang, pelatihan khusus bagi petugas, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku dinilai penting untuk menciptakan rasa aman. Dengan dukungan semua pihak, harapkan transportasi umum dapat menjadi ruang publik yang bebas dari pelecehan dan aman bagi semua, terutama perempuan.

TikTok Sumber Berita Utama Anak Muda, YouTube Dan Instagram Tergeser

Jasasosialmedia.com – Perubahan pola konsumsi informasi di kalangan anak muda semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial kini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sumber utama untuk mengikuti perkembangan berita. Generasi muda lebih memilih platform yang cepat, ringkas, dan mudah terakses kapan saja melalui ponsel mereka.

Di tengah pergeseran tersebut, TikTok muncul sebagai platform yang paling menonjol. Aplikasi berbasis video pendek ini kini resmi menjadi sumber berita utama bagi anak muda, menggeser dominasi YouTube dan Instagram. Berbagai isu mulai dari sosial, politik, ekonomi, hingga peristiwa viral lebih dulu ramai bicarakan di TikTok sebelum menyebar ke platform lain.

TikTok Unggul Berkat Format Dan Algoritma

Keunggulan TikTok terletak pada format video pendek yang langsung ke inti informasi. Anak muda tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk memahami suatu peristiwa karena konten tersajikan secara singkat, padat, dan visual. Selain itu, algoritma TikTok nilai sangat efektif dalam menyesuaikan konten dengan minat pengguna, sehingga berita yang muncul terasa relevan dan personal.

Banyak kreator konten berperan sebagai penyampai berita dengan gaya santai dan bahasa sehari-hari. Hal ini membuat informasi terasa lebih dekat dan tidak kaku. Bahkan, banyak pengguna yang mengaku mengetahui berita terbaru pertama kali dari TikTok sebelum melihatnya di media arus utama.

YouTube Dan Instagram Mulai Kehilangan Dominasi

Sementara TikTok terus berkembang, YouTube dan Instagram mulai mengalami penurunan peran sebagai sumber berita bagi anak muda. YouTube masih kuat untuk konten mendalam dan analisis panjang, namun anggap kurang praktis untuk kebutuhan informasi cepat. Durasi video yang panjang membuat sebagian pengguna beralih ke platform yang lebih singkat.

Instagram juga menghadapi tantangan serupa. Fokus pada konten visual estetis, promosi, dan hiburan membuat fungsi informatifnya berkurang. Meski fitur Reels berupaya menyaingi TikTok, banyak pengguna menilai TikTok tetap lebih unggul dalam menyebarkan berita yang cepat viral dan mudah dipahami.

Dampak Bagi Media Dan Literasi Digital

Fenomena ini membawa dampak besar bagi industri media dan jurnalisme. Banyak media kini mulai beradaptasi dengan memproduksi konten video pendek khusus untuk TikTok. Strategi distribusi berita pun berubah, dari yang sebelumnya berbasis artikel panjang menjadi konten visual yang ringkas dan menarik.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan serius terkait akurasi informasi. Penyebaran berita yang cepat berpotensi memicu hoaks dan misinformasi. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci penting bagi generasi muda agar mampu memilah informasi, memeriksa sumber, dan tidak langsung mempercayai konten yang viral.

TikTok kini telah mengubah wajah konsumsi berita anak muda. Meski YouTube dan Instagram belum sepenuhnya ditinggalkan, dominasi TikTok menunjukkan bahwa masa depan berita akan semakin cepat, visual, dan berbasis algoritma. Tantangan ke depan adalah memastikan informasi yang tersebar tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab.

Meta Prediksi Tren Sosial Digital Membentuk Bisnis Tahun 2026

Jasasosialmedia.com – Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen bergerak semakin cepat. Menyadari hal tersebut, Meta mengungkap lima tren sosial dan digital yang terprediksi akan membentuk arah bisnis global pada tahun 2026. Tren ini menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha, kreator, hingga brand agar mampu beradaptasi dan tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat. Mulai dari kecerdasan buatan hingga perubahan cara konsumen berinteraksi, berikut gambaran masa depan bisnis menurut Meta.

AI Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Inti Strategi Bisnis

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terproyeksikan menjadi tulang punggung utama dalam operasional bisnis pada 2026. Meta menilai AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan bagian inti dari strategi pemasaran, layanan pelanggan, hingga pengambilan keputusan. Chatbot berbasis AI akan semakin manusiawi, mampu memahami konteks, emosi, dan kebutuhan konsumen secara real time.

Selain itu, AI generatif akan membantu bisnis menciptakan konten secara cepat dan personal, mulai dari teks, gambar, hingga video. Dengan personalisasi yang semakin presisi, konsumen akan menerima pengalaman yang terasa lebih relevan dan tidak generik. Bisnis yang gagal mengadopsi AI berisiko tertinggal karena kalah cepat dan kalah efisien dari pada kompetitor.

Perubahan Perilaku Konsumen Di Era Sosial Lebih Personal

Meta juga menyoroti pergeseran perilaku pengguna media sosial. Interaksi publik yang bersifat terbuka prediksi akan berkurang, sementara komunikasi privat melalui pesan langsung (DM), grup kecil, dan komunitas tertutup akan semakin dominan. Konsumen kini lebih nyaman berdiskusi, berbelanja, dan mencari rekomendasi di ruang digital yang terasa aman dan personal.

Bagi bisnis, ini berarti strategi pemasaran massal tidak lagi efektif. Pendekatan berbasis komunitas dan percakapan dua arah menjadi kunci. Brand yang mampu membangun hubungan autentik, merespons dengan cepat, dan hadir sebagai “teman digital” akan lebih terpercaya. Kepercayaan menjadi mata uang baru di era sosial yang semakin selektif.

Social Commerce Dan Kreator Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Tren berikutnya adalah semakin kuatnya peran kreator dan social commerce. Meta memprediksi bahwa batas antara hiburan, interaksi sosial, dan belanja akan semakin kabur. Konsumen tidak hanya melihat iklan, tetapi juga membeli produk langsung dari konten kreator yang mereka ikuti dan percaya.

Kreator terpandang sebagai penghubung utama antara brand dan audiens. Rekomendasi yang terasa jujur dan natural memiliki dampak lebih besar banding iklan konvensional. Oleh karena itu, kolaborasi jangka panjang dengan kreator akan menjadi strategi utama bisnis di 2026. Social commerce bukan lagi pelengkap e-commerce, melainkan salah satu kanal penjualan utama.

Masa Depan Bisnis Ditentukan Oleh Adaptasi Dan Kepercayaan

Kelima tren yang ungkap Meta menunjukkan satu benang merah: bisnis masa depan harus adaptif, personal, dan berbasis kepercayaan. Teknologi akan terus berkembang, tetapi faktor manusia seperti empati, keaslian, dan relasi tetap menjadi penentu keberhasilan.

Menuju 2026, bisnis yang mampu memadukan teknologi canggih dengan pemahaman mendalam terhadap perilaku sosial akan berada di garis depan. Sebaliknya, mereka yang bertahan pada cara lama berisiko kehilangan relevansi di tengah ekosistem digital yang terus berubah.