Viral Di Media Sosial, Ini Arti Kata Plenger Yang Perlu Kamu Tahu
Jasasosialmedia.com – Belakangan ini, kata plenger mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Istilah tersebut ramai digunakan warganet setelah muncul dalam salah satu konten kreator ternama, Jerome Polin, di Instagram. Dalam unggahan videonya, Jerome menuliskan caption, “POV Dengerin orang plenger ngomongin matematika.” Unggahan itu sontak menyita perhatian publik dan langsung viral, memicu rasa penasaran netizen mengenai arti sebenarnya dari kata plenger.
Konten tersebut juga tak lepas dari tren menyindir Roby Tremonti, sosok yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial. Roby dituding melakukan grooming terhadap aktris Aurelie Moeremans, isu yang mencuat setelah banyak orang membaca memoar Aurelie berjudul Broken Strings. Seiring ramainya pembahasan tersebut, kata plenger semakin sering muncul di kolom komentar, cuitan, hingga video sindiran, menandakan betapa cepatnya istilah gaul baru menyebar di dunia maya.
Tidak Ada Di KBBI, Plenger Murni Bahasa Gaul
Secara resmi, kata plenger tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Istilah ini murni termasuk dalam kategori bahasa gaul atau slang yang berkembang secara organik di media sosial. Seperti banyak istilah viral lainnya, plenger lahir dari kreativitas warganet yang gemar memadukan kata, makna, dan konteks menjadi ekspresi baru yang unik.
Berdasarkan penggunaannya, plenger kerap dianggap sebagai gabungan atau permainan dari dua kata, yakni plengeh dan blenger. Kata plengeh biasanya merujuk pada ekspresi wajah yang terlihat bengong, bodoh lucu, atau tidak fokus. Sementara blenger menggambarkan kondisi fisik yang lemas, capek, atau kelelahan. Dari perpaduan tersebut, lahirlah kata plenger yang menggambarkan seseorang yang terlihat tidak nyambung, linglung, atau seolah kehabisan energi.
Makna Plenger Bisa Bercanda Hingga Sindiran
Dalam penggunaan yang paling umum, plenger dipakai untuk menggambarkan tingkah laku seseorang yang dianggap aneh, random, atau tidak terduga. Istilah ini sering muncul saat warganet mengomentari konten lucu, absurd, atau perilaku yang terlihat “nggak jelas”, namun masih dalam konteks bercanda. Misalnya, saat seseorang berbicara panjang lebar dengan gaya unik atau logika yang membingungkan, warganet kerap menyebutnya sebagai plenger.
Selain itu, plenger juga dapat merujuk pada kondisi fisik atau ekspresi wajah yang tampak linglung, lemas, atau kurang fokus. Makna ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat kelelahan atau kebingungan, baik secara harfiah maupun kiasan. Namun menariknya, dalam konteks tertentu, kata plenger juga bisa bermakna positif.
Viral Berawal Dari Konten Jerome Polin
Sebagian warganet menggunakan istilah ini untuk menyebut seseorang yang sangat totalitas, all out, dan terlalu serius dalam menekuni suatu minat atau topik tertentu. Misalnya, orang yang terlalu mendalami satu pembahasan hingga terkesan “terlalu niat” atau “terlalu semangat” juga bisa disebut plenger. Hal ini menunjukkan bahwa makna kata plenger sangat bergantung pada konteks dan sudut pandang pengguna.
Fenomena viralnya kata plenger kembali membuktikan bagaimana media sosial menjadi ruang lahirnya bahasa baru yang dinamis. Meski tidak baku, istilah seperti ini mampu mencerminkan cara berpikir, selera humor, serta budaya komunikasi generasi digital saat ini.